Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 6th, 2009

oleh Ririen Dias

 

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Linguistik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan. “Linguistik” berarti “ilmu bahasa”.Kata “linguistik” berasal dari kata Latin lingua ‘bahasa’ (Verhaar, 2006: 3). Sebagai ilmu, linguistik mempunyai beberapa cabang dasariah seperti fonologi, morfologi, sintaksis, pragmatik, dan sebagainya. Salah satu cabang dalam linguistik adalah sintaksis. Menurut Ramlan, istilah sintaksis secara langsung terambil dari bahasa Belanda syntaxis. Dalam bahasa Inggris diigunakan istilah syntax. Sintaksis adalah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase (Ramlan, 2001: 18). Singkatnya, sintaksis adalah tatabahasa yang membahas hubungan antar-kata dalam tuturan (Verhaar, 2006: 11)

Dalam sintaksis sendiri ada banyak hal yang dibahas, antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Dalam makalah ini penulis hanya membahas satu bagian saja, yaitu frase dan lebih khusus lagi mengenai frase modifikatif nominal. Frase adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata dengan kata yang bersifat non predikatif (Kridalaksana, 1999: 147). Frase nominal termasuk dalam frase endosentris, yaitu frase frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu bagiannya.

Frase modifikatif nominal yang dibahas di sini diambil dari data-data yang diperoleh dari dua buah komik Doraemon berupa nama nama alat-alat Doraemon. Penulis memilih data tersebut karena teratarik dengan pola frase modifikatif nominal yang digunakan sebagai nama alat-alat tersebut dan ingin menganalisis lebih jauh mengenai pola serta makna frase-frase modifikatif nominal tersebut.

1.2 Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu

  1. Bagaimana pola frase modifikatif nominal dalam nama alat-alat Doraemon menurut teori Harimurti?
  2. Apa makna yang terkandung dalam frase modifikatif nominal dalam data tersebut menurut teori Chaer dan Harimurti?

1.3 Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah menganalisis data berupa frase nominal dari nama alat-alat Doraemon, kemudian mengetahui pola dan makna frase modifikatif nominal tersebut.

Bab II

Analisis Frase Nominal dalam Nama Alat-alat Doraemon

2.1 Landasan Teori

Menurut Harimurti, frase nominal adalah frase modifikatif yang terjadi dari nomina sebagai induk dan unsur perluasan lain yang mempunyai hubungan subordinatif dengan induk, yaitu ajektiva, verba, numeralia, demonstrativa, pronomina, frase preposisional, frase dengan yang, konstruksi yang …nya, serta frase lain (Kridalaksana, 1999: 156)

Pola frase modifikatif nominal menurut Harimurti ada dua puluh satu, yaitu

1. FN   à        N1    +  (N2…Nn)

2. FN   à        N1    +  (N2…Nn) +  Prep  +  N3  +  (N4…Nn)

3. FN   à        N1    +  se-N2

4. FN   à        N      +      yang     +   V/ FV  + Dem

5. FN   à        N      +      yang     +   V/FV   +  -nya

6. FN   à        N      +      yang     +    N2      +  -nya  +  F.lain  +  Dem

7. FN   à        N      +      A

8. FN   à        N      +      A1        +   A2

9. FN   à        N      +      A1        +   yang    +   A2

10. FN   à        N      +      me-       +   dasar

11. FN   à        N      +      ber-       +   dasar

12. FN   à        N      +      yang      +   V/FV/A/FA

13. FN   à        Num +      N

14. FN   à        Num +  Peng / Ntakaran +  N

15. FN   à        N      +  Num         +  Peng / Ntakaran

16. FN   à        N1    +  ber-           +  Num gugus / Ntakaran red  +  N2

17. FN   à        N      +  Pr

18. FN   à        N      +  Dem

19. FN   à        Adv1+  Adv2  +  Num  +  N

20. FN   à        Art   +  N / A / ter-V

21. FN   à        Art   +  ter-V

Makna dari frase-frase nomina tersebut di atas digunakan teori Chaer karena penulis menganggap teori tersebut lebih singkat dan mudah dipahami. Pemaparannya akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

qotrunnada.files.wordpress.com

qotrunnada.files.wordpress.com

2.2 Beberapa Nama Alat Doraemon, Pola Frase Nominal, dan Kelas Kata yang Membentuknya Menurut Teori Harimurti

(1) Peluru kendali pemburu à N1 (N dasar) + N2 (N dasar) + N3 (N deverbal)

(2) Ramalan lidah à  N1 (N deverbal) + N1 (N dasar)

(3) Stiker belakang à N1 (N dasar) + N2 (N dasar)

(4) Burung lupa à N1 (N dasar) + V (V dasar bebas intransitif)

(5) Dugaan serangga à N1 (N deverbal) + N2 (N dasar)

(6) Pahlawan topeng kebenaran à N1 (N dasar) + N2 (N dasar) + N3 (N deadjektival)

(7) Petir buatan à N1 (N dasar) + N2 (N deverbal)

(8) Daftar penentuan cuaca à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival) + N3 (N dasar)

(9) Hantu kering à N1 (N dasar) + A (A dasar)

(10) Bubuk berenang à N1 (N dasar) + V (V intransitif atelis)

(11) Pompa badan à N1 (N dasar) + N2 (N dasar)

(12) Payung cinta à N1 (N dasar) + A (A dasar)

(13) Lubang mancing à N1 (N dasar) + V (V transitif)

(14) Pistol udara à N1 (N dasar) + N (N dasar)

(15) Tali kekang kuda à N1 (N dasar) + N2 (N dasar) + N3 (N dasar)

(16) Obat gumpalan suara à N1 (N dasar) + N2 (N berafiks) + N3 (N dasar)

(17) Kamera mundur à N1 (N dasar) + V (V dasar bebas intransitif)

(18) Benteng berhantu à N1 (N dasar) + V (V denominal)

(19) Kue penerjemah à N1 (N dasar) + N2 (N berafiks)

(20) Pistol pengganti kedudukan orang à N1 ( N dasar) + N2 (N deverbal) + N3 (N deverbal) + N4 (N dasar)

(21) Pintu kemana saja à N1 (N dasar) + Intr + Adv (Adv dasar bebas)

(22) Mesin waktu à N1 (N dasar) + N2 (N dasar)

(23) Buku gambar penyambung kenyataan à N1 (N dasar) + N2 (dasar) + N3 (N deverbal) + N4 (N adjektival)

(24) Jam kesal à N (N dasar) + A (A dasar)

(25) Warung murah à N (N dasar) + A (A dasar)

(26) Pencetak foto serbaguna à N1 (N deverbal) + N2 (N dasar) + N3 (N paduan leksem)

(27) Kuda pengubah nasib à N1 (N dasar) + N2 (N deverbal) + N3 (N dasar)

(28) Topi kebaikan à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival)

(29) Kacamata ajaib à N (N paduan leksem) + A (A dasar)

(30) Kotak film kartun à N1 (N dasar) + N2 (N dasar) + N3 ( N dasar)

(31) Cairan penguat à N1 (N berafiks) + N2 (N deadjektival)

(32) Pil pengurus à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival)

(33) Alat pengukur zaman à N1 (N dasar) + N2 (N deverbal) + N3 (N dasar)

(34) Papan gambar pengumpul serangga à N1 (N dasar) + N2 (N dasar) + N3 (N deverbal) + N4 (N dasar)

(35) Bantal keseimbangan à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival)

(36) Kaleng-kaleng musim à N1 (N reduplikasi) + N2 (N dasar)

(37) Pistol penyingkat waktu à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival) + N3 (N dasar)

(38) Senter pengecil à N1 (N dasar) + N2 (N deadjektival)

(39) Pena penolong à N1 (N dasar) + N2 (N deverbal)

farm4.static.flickr.com

farm4.static.flickr.com

2.3 Makna Frase Modifikatif Nominal dalam Nama Alat-alat Doraemon Menurut Teori Chaer dan Harimurti

Dalam Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia Chaer membagi frase benda manjadi frase benda setara dan frase benda bertingkat. Menurutnya, proses penggabungan frase benda setara menyatakankan makna ‘himpunan’ atau ‘kumpulan’, sehingga secara eksplisit seringkali di antara kedua unsurnya ada kata penghubung dan. Menurut teori Harimurti, frase semacam itu justru digolongkan dalam frase endosentris berinduk banyak koordinatif.

Chaer juga membagi frase benda bertingkat menjadi dua macam, yaitu frase benda berstruktur D-M (Diterangkan-Menerangkan) dan frase bertingkat berstruktur M-D (Menerangkan-Diterangkan). Di bawah ini akan dijelaskan data-data frase nomina di atas berdasarkan struktur dan maknanya menurut teori Chaer dengan merujuk kepada makna berdasarkan keseluruhan cerita dalam komik yang menjelaskan tentang alat-alat tersebut.

Semua frase benda yang dibahas di sini berstruktur D-M. dalam teorinya Chaer berpendapat bahwa  frase benda berstruktur D-M mengandung makna :

  1. milik
  2. asal bahan
  3. asal kedatangan
  4. tempat
  5. letak
  6. sifat
  7. keadaan
  8. bentuk
  9. ukuran
  10. umur
  11. tujuan
  12. sasaran
  13. pelaku
  14. bidang atau spesifikasi
  15. bagian
  16. alat
  17. sudah
  18. urutan
  19. jenis kelamin
  20. sikap atau mode
  21. pembatasan

Selanjutnya, akan dibahas makna frase modifikatif nominal tersebut berdasarkan teori Harimurti.

(1)   peluru kendali pemburu à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘peluru yang dikendalikan untuk memburu’. Dalam teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘b mengkhususkan a.

(2)   ramalan lidah à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena unsur pertama sebagai unsur D adalah kata benda yang menyatakan kegiatan, sedangkan kata ke dua sebagai unsur M adalah kata benda juga dan diartikan alat meramal lidah. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘b obyek a’.

(3)   stiker belakang à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘letak’ karena diartikan ‘stiker yang diletakkan di belakang’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a di b’.

(4)   burung lupa à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘burung untuk mencegah orang lupa’ atau ‘burung untuk mengingatkan orang yang lupa’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a subyek b’.

(5)    dugaan serangga à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘pelaku’ karena diartikan ‘serangga yang memberi tahu bahwa dugaan seseorang bisa menjadi kenyataan’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a hasil b’.

(6)   pahlawan topeng kebenaran à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘pelaku’ karena diartikan ‘pahlawan bertopeng yang menegakkan kebenaran’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a bersangkutan dengan b’.

(7)   petir buatan à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘sifat’ karena diartikan ‘petir yang sifatnya buatan’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a hasil b’.

(8)   daftar penentuan cuaca à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘ tujuan’ karena diartikan ‘daftar untuk menentukan cuaca’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘a obyek b’.

(9)   hantu kering à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘keadaan’ karena diartikan ‘ hantu yang keadaannya kering’. Berdasarkan teori Harimurti bermakna ‘b mengkhususkan a

(10)     bubuk berenang à berstrktur D-M, menyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘bubuk yang digunakan agar seseorang dapat berenang’. Menurut teori Harimurti bermakna ‘a untuk b’.

(11)     pompa badan à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pompa untuk membesarkan bagian tubuh’. Menurut teori Harimurti bermakna ‘b obyek a’.

(12)     payung cinta à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘payung yang mampu mendatangkan perasaan cinta’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a mengandung b’.

(13)     lubang mancing à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘lubang untuk memancing’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat dimaknai ‘a untuk b’.

(14)     pistol udara à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pistol yang menghasilkan tembakan udara’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a mengandung b’.

(15)     tali kekang kuda à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘tali yang mempunyai fungsi mengekang sesuatu’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a seperti b’.

(16)      obat gumpalan suara à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘obat untuk membuat suara menggumpal’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘b mengkhususkan a’.

(17)     kamera mundur à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘kamera yang digunakan untuk mengetahui peristiwa yang terjadi pada masa lampau’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘b mengkhususkan b’.

(18)     benteng berhantu à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘keadaan’ karena diartikan ‘benteng yang keadaannya berhantu atau dihuni oleh hantu’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a mengandung b’.

(19)     kue penerjemah à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘kue yang dapat menerjemahkan bahasa asing’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘b mengkhususkan a’.

(20)     pistol pengganti kedudukan orang à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pistol untuk menggantikan kedudukan seseorang dengan orang lain’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(21)     pintu kemana saja à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pintu yang digunakan untuk pergi kemana saja’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘a untuk b’.

(22)     mesin waktu à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘mesin yag di gunakan untuk mendatangi tempat pada waktu tertentu’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘b mengkhususkan a’.

(23)     buku gambar penyambung keyataan, menyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘buku untuk menggabungkan gambar menjadi kenyataan’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘a untuk b’.

(24)     jam kesal à berstruktur D-M, menyatakan makna  ‘alat’ karena diartikan ‘jam yang digunakan ketika seseorang sedang kesal’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a bersangkutan dengan b’.

(25)     warung murah à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘sifat’ karena diartikan ‘warung yang menjual barang dengan harga murah’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘a adalah b’.

(26)     pencetak foto serbaguna à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘alat pencetak foto yang serbaguna’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘b mengkhususkan a’.

(27)     kuda pengubah nasib à berstruktur D-M, manyatakan makna ‘tujuan’ karena diartikan ‘kuda untuk mengubah nasib seseorang’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘a untuk b’.

(28)     topi kebaikan à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘topi yang membuat orang menjadi baik’. Menurut teori Harimurti dapat juga bermakna ‘a mengandung b’.

(29)     kacamata ajaib à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘sifat’ karena diartikan ‘kacamata yang bersifat ajaib’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘b mengkhususkan a’.

(30)     kotak film kartun à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘kotak yang digunakan untuk menonton film kartun’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat juga bermakna ‘a untuk b’.

(31)     cairan penguat à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘cairan untuk menambah kekuatan’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(32)     pil pengurus à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan pil yang digunakan untuk menguruskan badan’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(33)     alat pengukur zaman à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘alat yang digunakan untuk mangukur zaman’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(34)     papan gambar pengumpul serangga à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘papan bergambar yang digunakan untuk mengumpulkan serangga’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(35)     bantal keseimbangan à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘bantal untuk melatih keseimbangan’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(36)     Kaleng-kaleng musim à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘kaleng pengubah musim’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a mengandung b’.

(37)     pistol penyingkat waktu à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pistol yang digunakan untuk membuat waktu yang lama menjadi lebih cepat’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(38)     senter pengecil à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘senter yang mampu mengecilkan benda apapun’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a untuk b’.

(39)     pena penolong à berstruktur D-M, menyatakan makna ‘alat’ karena diartikan ‘pena yang manjadi penolong’. Berdasarkan teori Harimurti, frase ini dapat bermakna ‘a seperti b’.

Bab III

Penutup

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah

  1. Sebagian besar pola frase nominal yang digunakan dalam nama alat-alat Doraemon terdiri dari nominal + nominal;
  2. Ada beberapa pola frase nominal dalam data yang tidak sama dengan pola yang dipaparkan oleh Harimurti;
  3. Sebagian besar frase nominal dalam data menyatakan makna ‘alat’ menurut teori Chaer karena makalah ini memang membahas nama-nama alat. Akan tetapi, ada pula nama alat yang tidak menyatakan makna alat;
  4. Sebagian besar frase nominal yang terdapat dalam data dapat disisipi kata untuk bagi frase yang menunjukkan makna ‘alat’ atau ‘tujuan’, atau kata yang bagi frase yang bermakna ‘sifat’;
  5. Jika mendasar pada teori Chaer, ada ketumpangtindihan antara dua makna, yaitu makna ‘alat’ dan ‘tujuan’

 

Daftar Pustaka


    Alwi, Hasan, dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 2005.
    Chaer, Abdul. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta, 2006.
    Kridalaksana, Harimurti. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia. Jakarta : Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1999.
    Ramlan, M. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta : CV. Karyono, 2001.
    Verhaar, J.W. M. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2006.

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 402 pengikut lainnya.