Makalah Akhir Mata Kuliah Sintaksis
Nila Rahma
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia
2009
BAB I
PENDAHULUAN
Di Indonesia, banyak terdapat perusahaan besar yang bergerak dalam berbagai bidang. Nama perusahaan adalah saah satu hal yang unik dan menjadikan penulis tertarik untuk menelitinya. Dalam penulisan ini, akan dibahas mengenai analisis kelas kata pada nama perusahaan dalam bidang telekomunikasi. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai adanya kelas tertentu yang sering muncul pada nama perusahaan tersebut. Penulisan ini diawali dengan pendahuluan, dilanjutkan dengan pembahasan, dan diakhiri dengan penutup
BAB II
ANALISIS KELAS KATA
PADA NAMA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA
Nama merupakan hal penting guna merujuk pada hal tertentu. Tak hanya nama diri, nama juga berperan penting bagi suatu perusahaan. Kita mungkin akan tahu bahwa sebuah perusahaan bergerak dalam bidang tertentu berdasarkan namanya, misalnya PT Telekomunikasi Selular yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Dalam penulisan ini akan dibahas kemunculan kelas kata tertentu pada nama perusahaan telekomunikasi di Indonesia.
Penulis mengambil data dari situs internet yang mendaftar 20 besar nama perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Berikut adalah daftar nama perusahaan besar dalam bidang telekomunikasi di Indonesia:
| Nomor | Nama Perusahaan |
| 1 | PT Telkomsel (Telekomunikasi Selular) |
| 2 | PT Telkom (Telekomunikasi) |
| 3 | PT Indosat |
| 4 | PT Excelcomindo Pratama |
| 5 | PT Mobile-8 Telecom (Fren) |
| 6 | PT Bakrie Telecom (Esia) |
| 7 | PT Natrindo Telepon Seluler (Axis) |
| 8 | PT Smart Telecom |
| 9 | PT Hutschison Indonesia (3-Three) |
| 10 | PT Sampoerna Telecom Indonesia (Ceria) |
| 11 | PT Indosat Mega Media |
| 12 | PT Ericsson Indonesia |
| 13 | PT Nokia Siemens Network |
| 1 | PT Huawei Tech Investment |
| 15 | PT Alcatel-Lucent Indonesia |
| 16 | PT NEC Indonesia |
| 17 | PT Pasifik Satelit Nusantara |
| 18 | PT ZTE Indonesia |
| 19 | PT Aplikasi Lintasarta (Lintasarta) |
| 20 | PT Indonesia Comnets Plus (ICON +) |
Berdasarkan data yang diperoleh, hanya ada tujuh nama perusahaan dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis akan membahas kelas kata dari masing-masing nama perusahaan tersebut.
Kelas kata adalah perangkat kata yang sedikit banyak berperilaku bersintaksis sama. Menurut Harimurti Kridalaksana dan dan Tim Peneliti Linguistik Fakultas Sstra Universitas Indonesia, perilaku sintaksis mencakup :
- Posisi satuan gramatikal yang mungkin atau yang nyata-nyata dalam satuan yang lebih besar.
- Kemungkinan satuan gramatikal didampingi atau tidak didampingi oleh satuan lain dalam konstruksi (dependensi).
- Kemungkinan satuan gramatikal disubstitusikan dengan satuan lain.
- Fungsi sintaksis seperti subjek, predikat, dan sebagainya.
- Paradigma sintaksis, seperti aktif-pasif, deklaratif-imperatif, dan sebagainya.
- Paradigma morfologis.
Dalam pembahasan ini, penulis mempergunakan teori pembagian kelas kata yang
dikemukakan oleh M. Ramlan. Dipilihnya teori ini karena penggolongan yang dibuat oeh Ramlan merupakan hasil penelitian yang paling lengkap dari segala pembahasan kelas kata dalam bahasa Indonesia hingga kini. Beliau membagi kata atas 12 kelas, yakni:
- kata verbal
- kata nominal
- kata keterangan
- kata tambah
- kata bilangan
- kata penyukat
- kata sandang
- kata tanya
- kata suruh
- kata penghubung
- kata depan
- kata seruan
Dalam pembahasan ini, penulis menganalisis kelas kata pada masing-masing nama
Perusahaan tersebut.
- PT Telkomsel (Telekomunikasi Selular)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat menjadi KBBI),
telekomunikasi termasuk dalam kelas kata nominal. Adapun ciri nominal adalah tidak dapat diwali dengan kata tidak dan dapat diawali dengan dari. Sedangkan selular –bentuk baku: seluler– termasuk dalam adjektiva atau kata sifat. Meskipun Ramlan tidak memasukkan kata sifat ke dalam pembagian kelas kata, penulis mencoba meletakkannya pada kata keterangan. Dimasukkannya selular pada keterangan disebabkan oleh kata ini sebagai keterangan dari telekomunikasi.
Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Telekomunikasi Selular
N ket
2. PT Telkom (Telekomunikasi)
Seperti dikemukakan sebelumnya, telekomunikasi dimasukkan ke dalam kelas nomina karena ia tidak dapat diwali dengan tidak, tetapi dapat diawali dengan dari. Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Telekomunikasi
N
3. PT Excelcomindo Pratama
Excelcomindo merupakan nama diri sehingga penulis memasukkannya dalam kelas nominal. Dalam KBBI, pratama dimasukkan dalam kelas numeralia atau kata bilangan. Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Excelcomindo Pratama
N N
4. Natrindo Telepon Seluler
Telepon dan KBBI dalam KBBI dimasukkan dalam kelas kata nominal. Sedangkan seluler dimasukkan dalam adjektiva. Sebagaimana sebelumnya, seluler dimasukkan dalam kata keterangan. Jadi, dapat didimpulkan menjadi
Natrindo Telepon Seluler
N N Ket
5. PT Indosat Mega Media
Indosat merupakan nama diri sehingga penuis memasukkannya dalam kelas kata nomina. Sedangkan mega yang berari besar termasuk dalam bentuk terikat. Karena Ramlan tidak memasukkan bentuk terikat ke dalam pembagian kelas kata, penulis memasukkannya ke dalam kata keterangan. Adapun media yang memiliki arti sebagai alat dan dimasukkan dalam kelas kata nominal. Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Indosat Mega Media
N Ket N
6. PT Pasifik Satelit Nusantara
Dalam KBBI, pasifik tidak ditemukan. Akan tetapi, ditemukan pasifikasi yang berarti pengamanan dan dimasukkan ke dalam kelas kata nominal. Melihat kasus ini, penulis teringat bahwa imbuhan -asi akan mengubah kata sifat menjadi kata nominal. Jadi, kata sifat yang penulis memasukkannya ke dalam kelas kata keterangan. Adapun satelit dan nusantara dimasukkan ke dalam kelas kata nominal. Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Pasifik Satelit Nusantara
Ket N N
7. PT Aplikasi Lintasarta
Aplikasi memiliki arti penerapan. Imbuhan pe-an menandakan kelas nominal. Sedangkan lintasarta merupakan pemendekan dari kata lintas ’trayek’ dan arta ’uang’. Kedua kata tersebut masuk ke dalam kelas nominal. Jadi, dapat disimpulkan menjadi
Aplikasi Nusantara
N N
BAB III
PENUTUP
Melihat pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kelas kata yang paling sering muncul pada nama perusahaan telekomunikasi di Indonesia adalah kelas kata nominal. Kelas kata nominal memiliki ciri tidak dapat diawali dengan kata tidak dan dapat diawali dengan kata dari. Tingginya intensitas kemunculan kelas kata nominal pada nama perusahaan terbilang wajar karena memang nama-nama perusahaan merupakan hal untuk merujuk pada dirinya sendiri yang merupakan kata benda.
DAFTAR PUSTAKA
Kridalaksana, Harimurti. 1999. Tata Wacana Deskriptif Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. 2007. Jakarta: Balai Pustaka.




wah infonya bagus-bagus ..jangan lupa kunjung balik….
makasih..
bagus banget.
apakah bisa anda beri nama untuk perusahaan yang akan saya dirikan dengan ciri, saya akan membangun usaha sendiri, saya pemodal kecil, saya yakin insya allah, saya akan sukses dan berkembang. prusahaan yang akan didirikan perusahaan di bidang telekomunikasi.
Please email ke. agus_mr@telkom.net