Awal tahun ini, Bank Dunia mengadakan lomba esai dan video dengan tema Pengangguran Pemuda (Youth Unemployment). Lomba ini sudah rutin diselenggarakan sejak 2004, bahkan tahun lalu juga ada lomba fotonya.
Dalam lomba tahun ini, peserta harus menjawab pertanyaan Bagaimana kau bisa menaklukkan pengangguran pemuda dengan pemecahan yang dipimpin oleh pemuda? Untuk menjawabnya, setiap esai harus mengungkapkan bagaimana pengangguran pemuda pernah memengaruhi hidup penulisnya dan apa yang bisa dilakukan oleh penulis bersama rekan-rekannya untuk menemukan pemecahan yang tahan lama.
Lomba ini terbuka untuk setiap pemuda (18 sampai 25 tahun) dari 150 negara dengan 90% pesertanya berasal dari negara berkembang. Tentu saja, pemuda-pemudi Indonesia tidak ketinggalan dan telah mencetak keberhasilan yang signifikan. Pada lomba tahun lalu yang bertema lingkungan, tiga peserta dari Indonesia berjaya. Cahyadi Widianto memenangkan lomba video, Rudolf Bastian Tampubolon menjuarai lomba foto, dan Sunviana Sunaryo Suni berhasil lolos menjadi finalis lomba esai (informasi lebih lengkap tentang juara-juara tahun lalu bisa dilihat di tautan ini). Tahun ini Indonesia menyabet posisi juara pertama lomba esai dan juara ketiga lomba video.
Melalui putaran final yang diselenggarakan di Stockholm, Riska Mirzalina terbukti unggul dan pantas menyandang gelar juara dengan esainya yang berjudul Creative Business: The Art of Seeking Opportunity in Crisis. Dengan mengangkat pengalamannya sendiri sebagai pengusaha muda yang telah berhasil menjangkau dunia, Riska menjabarkan bagaimana bisnis kreatif terbukti mampu bertahan dalam terombang-ambingnya perekonomian Indonesia. Esainya bisa diunduh di tautan ini dan bisnisnya bisa dilihat di tautan ini.
Juara ketiga lomba video adalah Yonian Gentilis. Dia mengangkat sosok seorang remaja putri yang, meskipun hanya lulusan SMP, berhasil bertahan hidup di Bandung dengan membuka warung makan. Video ini sederhana, namun berisi contoh nyata dan pesan yang bermakna. Alunan musik khas Sunda yang menyertainya pun membawakan suasana yang unik dan sangat Indonesia. Untuk melihat video yang dimaksud, klik saja tautan ini.
Semoga kemenangan dalam lomba ini tidak hanya akan memicu para pemuda Indonesia lainnya untuk memenangkan lomba esai dan video Bank Dunia berikutnya, tapi juga menumbuhkan semangat untuk mengatasi pengangguran pemuda. Dengan demikian, pemuda Indonesia diharapkan menjadi generasi yang tangguh dan mandiri.




