Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Cerpen’ Kategori

oleh Meidy Kautsar Seorang lelaki tua baru saja tiba di depan sebuah kantin yang sangat ramai. Kantin yang seolah tak pernah panas ataupun dingin. Mungkin karena pengunjung kantin itu sering diterpa angin sehingga panas mereka terangkat dan lenyap. Kalau dingin, beberapa dari mereka mengepulkan asap rokok, sisanya terlibat dalam hangatnya percakapan panjang. Mereka adalah para [...]

Untuk mentranslate bahasa

Cerpen: Lima Tahun

oleh Nila Rahma Ciiit! Angkot ngerem, menurunkan penumpang tepat di depan gerbang stasiun Lenteng Agung. Kawasan ini terkenal ramai dan cukup macet sepanjang hari. Angkot berderet menunggu penumpang. Orang berlalu-lalang antara pasar dan stasiun melewati jalan raya.  Terik matahari semakin membuat angkot yang kutumpangi bagaikan oven. Jok 6-4-2 telah penuh terisi. Aku selalu memilih tempat [...]

Untuk mentranslate bahasa

oleh Puspita Nuari Ting tong. Ini sudah yang kelima kalinya aku memencet bel. Agaknya benda putih mungil itu juga mulai bosan memanggil si empunya rumah. Kucoba menelpon ke ponselnya, masih juga tidak diangkat. Jangan-jangan dia sedang pergi? Ah, mana mungkin. Masak Din lupa aku mau ke rumahnya? Aku sudah bersiap menelponnya lagi saat Mbak Har, [...]

Untuk mentranslate bahasa

oleh Meidy Kautsar Entah kapan saya menonton ini. Saya memang pelupa. Tapi kalau ceritanya, hinggap sampai sekarang. *** Waktu itu saya sedang menonton program TV. ‘Tolong’ nama programnya, sederhana, tapi ilmu yang bisa didapat dari sini, bagi saya luar biasa. Saya yakin kalian tahu seperti apa acara itu, atau mungkin juga sering menontonnya. Banyak sekali [...]

Untuk mentranslate bahasa

oleh Meidy Kautsar Kampus UI pada pagi hari tak pernah sepi dari burung-burung yang beterbangan dan uap-uap yang merdu di jiwa. Tentu saja, di sini banyak pohon dan tanaman yang bahagia dan kadang kau bisa melihat tupai mungil yang selalu kelihatan banyak pekerjaan. Ada dua bocah yang rajin datang pada pagi. Wayan dan Kerta namanya. [...]

Untuk mentranslate bahasa

oleh Meidy Kautsar Dahulu kala di sebuah taman hidup sepuluh ekor ulat dan dua puluh kuntum bunga. Ulat-ulat itu terdiri dari lima ulat jantan dan lima ulat betina. Sedangkan bunga-bunga itu terdiri dari sepuluh bunga mawar dan sepuluh bunga sepatu. Pada awalnya mereka semua bersahabat. Sampai suatu hari, sekuntum bunga mawar bernama Okit dengan sombongnya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.