oleh Melody Violine “Aku ingin hidup di dalam dunia kisah Mortal Instruments. Sangat indah!” –Stephanie Meyer, Pengarang Twilight Mungkin kadang-kadang Twilight membuat kamu jenuh karena alur ceritanya terlalu pelan dan kurang menegangkan. Mungkin Harry Potter membuat kamu penasaran, tapi enggan membaca buku pertamanya yang terlalu kekanak-kanakan. Mungkin kamu suka The Lord of the Ring, tapi [...]
Arsip untuk ‘Resensi’ Kategori
Menjelajahi Dunia Bayangan melalui City of Bones karya Cassandra Clare
Diposkan dalam Penulisan Populer, Resensi pada 28 Desember 2009 | 2 Komentar »
Pelacur dan Sang Presiden: Permintaan Terakhir Seorang Pelacur
Diposkan dalam Drama, Resensi pada 28 Juli 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pelacur identik dengan sosok yang hina dan dihujat karena dianggap merusak moral masyarakat. Akan tetapi, sebagaimana yang kelam lebih menarik daripada yang terang, justru sosok pelacurlah yang sering diangkat menjadi cerita. Salah satu yang melakukannya adalah Ratna Sarumpaet. Beliau menulis, menyutradarai, dan bermain dalam Pelacur dan Sang Presiden. Drama ini sempat dipentaskan dalam rangkaian acara Women Playwrights International The 7th Triennial Conference 2006 di Graha Bakti Budaya, 24 November 2006.
Tergantung Pada Kata: Ketika A. Teeuw Jatuh Hati
Diposkan dalam Laporan Bacaan, Puisi, Resensi pada 26 Juli 2009 | 5 Komentar »
oleh Melody Violine Judul : Tergantung Pada Kata (Sepuluh Sajak Indonesia) Penulis : A. Teeuw Penerbit : Pustaka Jaya, 1983 Tebal : 156 halaman A. Teeuw adalah seorang filolog sekaligus guru besar Bahasa dan Kesusastraan Melayu dan Indonesia di Universitas Leiden, Belanda. Ketika menjadi dosen tamu di UGM [...]
Garuda di Dadaku dan Bend It Like Beckham: Formula yang Sama
Diposkan dalam Resensi pada 20 Juli 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ketika beberapa waktu lalu menonton film Garuda di Dadaku (GD), saya merasa sangat familiar. Sejak adegan-adegan pertama menonton film karya sutradara Ifa Isfansyah tersebut, saya langsung teringat Bend It Like Beckham (BB) yang disutradari oleh Gurinder Chadha. Latar belakang tempat dan bangsanya jelas berbeda, tetapi alur ceritanya sangat mirip.



