oleh Asep Sambodja Buku Puisi-puisi dari Penjara karya S. Anantaguna dan Nyanyian dalam Kelam karya Sutikno W.S. merupakan wakil dari sastra Indonesia yang hilang. Demikian pendapat Hilmar Farid dalam Diskusi Buku Dua Penyair Lekra yang diselenggarakan oleh Departemen Susastra FIB UI bekerja sama dengan IKSI FIBUI dan Penerbit Ultimus Bandung di Auditorium Gd. IV FIBUI [...]
Arsip untuk ‘Sejarah Sastra’ Kategori
Dari Diskusi Buku Dua Penyair Lekra di FIBUI
Diposkan dalam Sastra Bandingan, Sejarah Sastra, Label asep sambodja, departemen susastra, diskusi sastra, fay, fib, fib ui, hilmar farid, iksi, lekra, pembicara, penyair, putu oka sukanta, Sastra, sastra indonesia, Sejarah Sastra, sunu wasono, ui, wahyu awaludin pada 6 Maret 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pulau Penyengat: Pusat Kesusastraan Kerajaan Lingga-Riau
Diposkan dalam Filologi, Profil Sastrawan, Sejarah Sastra, Tugas Kuliah pada 3 November 2009 | 4 Komentar »
oleh Khairun Nisa 1. Pengantar Berbicara tentang kebudayaan Melayu, akan timbul pertanyaan siapa pengembang kebudayaan Melayu di Indonesia? Pelopor atau pengembang kebudayaan Melayu di Indonesia salah satunya adalah kerajaan Lingga-Riau. Kerajaan ini juga termasuk tempat keberadaan Raja Ali Haji yang pada tahun 2004 telah diberi gelar pahlawan nasional dalam bidang budaya dan sastra. Beliau telah [...]
Angkatan ’80-an (12): Pertemuan-pertemuan Besar Sastra
Diposkan dalam Sejarah Sastra pada 5 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
oleh Evlin, Melody Violine, dan Saktiana Dwi Hastuti 16.1. Simposium Nasional Sastra Indonesia Modern Simposium ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Kebudayaan FS UGM pada tanggal 26-27 Oktober 1984. Sastra Pedalaman dan Sastra Kota dibahas dalam simposium ini. 16.2. Pertemuan Penyair Yogyakarta 1985 Pertemuan ini diadakan di TIM pada tahun 1985. Hal-hal yang dibahas dalam [...]
Angkatan ’80-an (11): Sastra Indonesia, Sastra Tergugat
Diposkan dalam Sejarah Sastra pada 4 Oktober 2009 | 2 Komentar »
oleh Evlin, Melody Violine, dan Saktiana Dwi Hastuti Sastra Indonesia merupakan sastra tergugat. Sastra Indonesia tidak pernah melenggang dalam kemerdekaan kreativitas dan penggambaran estetik yang bebas. Sejak tahun 70-an hingga tahun 80-an, ada setidaknya 6 gugatan yang ditujukan pada Sastra Indonesia. Gugatan 8 September 1974 merupakan pengadilan puisi Indonesia mutakhir. Chairul Harun menuduh sastra Indonesia [...]
Angkatan ’80-an (10): Sastra Koran, Roman Percintaan, dan Sastra Pop Remaja
Diposkan dalam Sejarah Sastra pada 3 Oktober 2009 | 5 Komentar »
oleh Evlin, Melody Violine, dan Saktiana Dwi Hastuti Sastra Koran Pada tahun 1983, hanya ada satu majalah sastra, yaitu Horison dan majalah kebudayaan, yaitu Basis. Begitu sedikitnya wadah apresiasi itulah yang membuat peralihan kehidupan sastra dari majalah ke koran. Hampir tidak ada koran yang tidak memberi tempat untuk karya sastra. Sastra koran berkembang pesat karena [...]
Angkatan ’80-an (9): Sastra Gelap dan Sastra Kiri
Diposkan dalam Sejarah Sastra pada 2 Oktober 2009 | 2 Komentar »
oleh Evlin, Melody Violine, dan Saktiana Dwi Hastuti Sastra Gelap Istilah Sastra Gelap muncul akibat gagalnya penyair merepresentasikan diri dalam sajak-sajaknya sehingga sajak menjadi “gelap” bagi pembaca[1]. Para penyair gagal Bahkan, karena “gelap”nya, Sutardji Calzoum Bachri secara implisit mengatakan bahwa sajak-sajak 80-90-an merupakan sajak-sajak yang buruk dan gagal. Salah satu faktor yang menjadikan sajak-sajak tahun [...]



