Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing’ Category


1.

A       : Anak saya mana?

B       : Sedang mandi, Bu. Tadi berenang.

A       : Dengan siapa?

B       : Tadi ada temannya.

Anak perempuan yang rambutnya pendek, punya lesung pipi.

A       : Junko ya?

B       : Saya lupa namanya, Bu.

A       : Tidak apa-apa. Nanti saya tanya anak saya.

 

2.

A       : Siapa yang bertugas periksa produk A?

B       : Budi, Pak.

A       : Budi? Budi yang mana?

B       : Dia besar, berjerawat, dan tonggos.

A       : Hidungnya mancung?

B       : Tidak. Hidungnya pesek.

A       : Ah, saya tidak ingat dia.

B       : Itu dia, Pak.

A       : Suruh dia ke kantor saya ya. Saya mau bicara.

A       : Kita punya supir baru. Namanya Pak Husein.

Nanti sore dia antar Anda pulang ke rumah.

B       : Orangnya seperti apa?

A       : Dia gemuk. Rambutnya sedikit beruban, mukanya persegi, kumisnya tebal.

B       : Dia tahu rumah saya?

A       : Ya. Dia sudah tahu.

 

3.

A       : Hati-hati pada orang itu. Dia aneh sekali.

B       : Orang yang mana?

A       : Itu. Orang yang pendek, botak, berjenggot panjang, dan bergigi hitam.

B       : Wah, mungkin itu orang gila.

A       : Orang gila? Ayo, ayo, cepat naik mobil.

 

4.

A       : Kamu ke lobi ya. Kasih tas ini ke teman saya.

B       : Temannya siapa?

A       : Namanya Ibu Song. Dia tinggi, rambutnya panjang, matanya sipit.

B       : Ibu Song tahu saya akan datang?

A       : Ya. Saya sudah telepon dia. Cepat ke sana ya.

Read Full Post »

Isilah rumpang di bawah ini dengan konjungsi jadi, tapi, sesudah, lalu, dan, atau karena!

 

Batu Malin Kundang

 

Malin Kundang adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di Desa Air Manis. Dia hanya punya Ibu, tidak ada keluarga lagi. Mereka miskin, (…………) setiap hari harus bekerja keras di sawah.

Ketika remaja, Malin minta izin pada ibunya untuk pergi ke kota besar. Di kota besar, Malin bekerja sangat keras (…………) belajar berdagang dengan giat. Beberapa tahun kemudian, Malin sudah menjadi seorang pedagang kaya. Dia juga punya kapal dagang yang besar.

Sayangnya, Malin jadi lupa pada ibunya. Pada suatu hari, Malin terpaksa berhenti di Desa Air Manis (…………) makanan di kapalnya habis. Ibunya datang, (…………) Malin berkata, “Kamu kotor (…………) miskin. Tidak mungkin kamu ibuku!”

Karena kecewa, ibunya berkata, “Malin, kamu akan jadi batu!”

Malin tidak peduli. (…………) kapalnya penuh, Malin pergi. Tiba-tiba ada badai besar. Malin (…………) kapalnya kena petir, (…………) berubah menjadi batu. Sekarang kita bisa melihatnya tidak jauh dari Desa Air Manis di pantai Sumatera Barat, dekat Padang.

Read Full Post »

Isilah rumpang di dalam paragraf berikut ini!

Tadi pagi saya hampir terlambat. Saya langsung pergi ke ruang rapat 3. Ruangan ini juga (…………….) Ruang Besar. Rapat hari ini sangat panjang. (…………….) banyak masalah yang harus diselesaikan. (…………….) produk baru kami hampir selesai. Sebentar lagi, kami (…………….) menjualnya. Produk itu (…………….) banyak vitamin. Produk kami juga (…………….) untuk menjaga kekebalan tubuh. Tapi, perusahaan lain juga membuat produk yang mirip. Jadi, produk kami harus (…………….) dengan menarik.

 

 

Pilihan


berguna

dapat

dikemas

disebut

mengandung

penelitian

terdapat

 

 

 

Jawaban

Tadi pagi saya hampir terlambat. Saya langsung pergi ke ruang rapat 3. Ruangan ini juga disebut Ruang Besar. Rapat hari ini sangat panjang. Terdapat banyak masalah yang harus diselesaikan. Penelitian produk baru kami hampir selesai. Sebentar lagi, kami dapat menjualnya. Produk itu mengandung banyak vitamin dan berguna untuk menjaga kekebalan tubuh. Tapi, perusahaan lain juga membuat produk yang mirip. Jadi, produk kami akan dikemas dengan menarik.

Read Full Post »

oleh Melody Violine

Contoh: Perhatikanlah penggunaan konjungsi-konjungsi di bawah ini!

Saya suka film Amerika berjudul The Nanny Diaries. Film ini bercerita tentang perempuan bernama Annie. Setelah lulus kuliah, dia bingung mencari pekerjaan. Ketika duduk di taman, dia bertemu Mrs. X. Mereka mengobrol sebentar. Mrs. X punya anak, tapi dia sibuk. Mrs. X ingin Annie menjadi pengasuh anaknya karena pengasuh yang lama berhenti bekerja. Annie tidak punya pekerjaan, jadi dia menerimanya.

Annie biasa tinggal di rumahnya yang kecil dan sederhana. Sebaliknya, rumah Mrs. X sangat besar dan mewah. Setiap hari Annie mengurus anak lalu membantu Mrs. X berbelanja. Dua bulan kemudian, Annie berhenti bekerja. Sebelum pergi, Annie melihat Mr. X berselingkuh dengan sekretarisnya.

Latihan: Isilah rumpang di bawah ini dengan konjungsi-konjungsi di atas!

Amanda tinggal bersama ibunya. Ibunya sudah tua (………………) sakit parah. (………………) tidak punya uang, Amanda tidak bisa membawa ibunya ke rumah sakit. Harga obat sangat mahal, (………………) Amanda bekerja di dua tempat. (………………) bekerja di restoran, Amanda harus bekerja lagi di bar kelas atas.

Di tempat lain ada seorang wanita kaya bernama Amarta. Wanita ini berwajah mirip Amanda, (………………) sifat mereka berbeda. Amanda baik hati dan rajin. (………………), Amarta sangat sombong dan egois. Pada suatu hari Amarta berjudi bersama selingkuhannya di kapal pesiar. Mereka menang (………………) berpesta. (………………) mabuk di bar, Amarta bertemu dengan Amanda. Mereka tidak pernah bertemu lagi (………………) itu.

Read Full Post »

oleh Melody Violine


Setelah                                    After

Kakek membaca koran setelah mandi.

Lani membuat PR setelah menelepon Intan.

Lidya membawa buku ini setelah buku itu.

Didi bertemu Lulu setelah bertemu Rizky.

Didi bertemu Lulu setelah Rizky.

Sebelum                                  Before

Kakek mandi sebelum membaca koran.

Lani menelepon Intan sebelum membuat PR.

Lidya membawa buku itu sebelum buku ini.

Didi bertemu Rizky sebelum bertemu Lulu.

Didi bertemu Rizky sebelum Lulu.

Misalnya                                 For example

Aku suka sayuran hijau, misalnya bayam dan kangkung.

Ada banyak jenis kue, misalnya kue gulung dan kue basah.

Dia punya macam-macam pohon, misalnya bonsai dan pohon mangga.

Paman sering pergi ke luar kota, misalnya ke Cirebon.

Kami suka menonton film-film Prancis, misalnya Amelie, Taxi, dan Tanguy.

Yaitu

Aku punya dua binatang, yaitu kucing dan kelinci.

Dia suka tiga warna, yaitu hitam, merah, dan biru.

Muridku hanya satu, yaitu Lala.

Harapanku sangat tinggi, yaitu kuliah di Inggris.

Aku pergi ke dua kota, yaitu Bogor dan Bandung.

Tetapi (= tapi, namun)                              But

Irna suka warna biru, tetapi ia membeli pensil berwarna kuning.

Rima ingin pulang, tetapi hujan turun.

Sapto sangat pintar, tetapi malas belajar.

Rumah Donna kecil, tetapi sangat indah.

Daniel orang Jerman, tetapi dia mencintai Indonesia.

Akan tetapi

Adit suka warna biru. Akan tetapi, dia membeli mobil berwarna hitam.

Siti lupa nama kamu. Akan tetapi, ia mengingat wajah kamu.

Saya dan Ino punya banyak pulpen. Akan tetapi, kami tidak punya pensil.

Anto suka kim bab. Akan tetapi, dia tidak suka kim chi.

Dia punya mobil. Akan tetapi, dia tidak punya SIM.

Sedangkan

Robin punya motor, sedangkan Bobi punya mobil.

Nia suka mawar, sedangkan Fani suka melati.

Kakak sudah kuliah, sedangkan Adik masih sekolah.

Ervan masih di rumah, sedangkan Sissy sudah di kampus.

Pak Umar membeli buku, sedangkan Pak Syahrial membeli tas.

Sebaliknya                              in contrary

Kakak suka susu. Sebaliknya, Adik tidak suka susu.

Avi rajin belajar. Sebaliknya, Dika malas belajar.

Ochan sering bermain bola. Sebaliknya, Iman lebih suka belajar di rumah.

Mereka sudah bekerja. Sebaliknya, kami masih kuliah.

Paman membawa banyak makanan. Sebaliknya, Bibi tidak membawa apa-apa.

Dengan demikian

Nilai-nilai Adik bagus. Dengan demikian, ia lulus sekolah.

Rumah Besta besar. Dengan demikian, kita bisa belajar menari di sana.

Soni sering membaca koran. Dengan demikian, dia tahu banyak hal.

Dia rajin belajar. Dengan demikian, dia menjadi pintar.

Oleh karena itu (= itulah mengapa)                   That’s why

Saya suka warna merah. Oleh karena itu, saya membeli baju berwarna merah.

Dia tidak punya uang. Oleh karena itu, dia meminjam uang saya.

Kemarin Reza kehujanan. Oleh karena itu, sekarang dia sakit.

Zainal bangun kesiangan. Oleh karena itu, dia terlambat masuk kuliah.

Reisa membeli banyak buku. Oleh karena itu, uangnya habis.

Maka                                                                   So

Saya suka warna merah, maka saya membeli baju berwarna merah.

Dia tidak punya uang, maka dia meminjam uang saya.

Kemarin Reza kehujanan, maka sekarang dia sakit.

Zainal bangun kesiangan, maka dia terlambat masuk kuliah.

Reisa membeli banyak buku, maka uangnya habis.

Meskipun (= walaupun, biarpun, sekalipun, meski)            Although

Ia tetap pergi meskipun hujan turun.

Adik masih menangis meskipun Ibu sudah pulang.

Karina bermain sepeda meskipun kakinya sedang sakit.

Fifi bekerja di salon meskipun suaminya kaya.

Adi bisa bermain gitar meskipun tidak punya gitar.

Meskipun begitu/demikian (= walaupun, biarpun, sekalipun begitu/demikian)

Hujan turun. Meskipun demikian, ia tetap pergi.

Ibu sudah pulang. Meskipun demikian, Adik masih menangis.

Kaki Karin sedang sakit. Meskipun demikian, ia bermain sepeda.

Suami Fifi kaya. Meskipun demikian, Fifi bekerja di salon.

Adi tidak punya gitar. Meskipun demikian, dia pandai bermain gitar.

Padahal                                  whereas

Ia tetap pergi. Padahal, hujan turun.

Adik masih menangis. Padahal, Ibu sudah pulang.

Karina bermain sepeda. Padahal, kakinya sedang sakit.

Fifi bekerja di salon. Padahal, suaminya kaya.

Adi bisa bermain gitar. Padahal, ia tidak punya gitar.

Anak itu makan mi goreng, padahal dia suka mi rebus.

Kakak menonton televisi, padahal dia punya banyak tugas.

Nisa masih tidur, padahal hari sudah siang.

Ahmad membeli sepatu baru. Padahal, sepatu lamanya masih bagus.

Budi masuk kuliah. Padahal, dia sedang sakit.

Berkat                                              thanks to

Tugas ini selesai berkat Lisa.

Adik mau makan banyak berkat usaha Ibu.

Kita bisa makan nasi berkat petani.

Kami merasa segar berkat tiupan angin.

Dia senang berkat uang dari ibunya.

Akibat                                              because of

Pesawat kami tidak bisa terbang akibat badai salju.

Rumahku rusak akibat sambaran petir.

Dia tidak punya teman akibat kebiasaannya berbohong.

Mila jatuh akibat akar pohon.

Adik menangis akibat kata-katamu.

Karena (= gara-gara)                      because

Pesawat kami tidak bisa terbang karena ada badai salju.

Rumahku rusak karena tersambar petir.

Dia tidak punya teman karena sering berbohong.

Mila jatuh karena tersandung akar pohon.

Adik menangis karena mendengar kata-katamu.

Selain                                                Beside

Aku tidak mau makan apa pun selain keju.

Temanku suka semua buah selain durian.

Kami membeli buku-buku selain buku cerita.

Dia bertemu murid-muridnya selain aku.

Mereka datang ke sini selain hari Rabu.

Asal (= asalkan)

Aku mau makan asal keju.

Temanku suka buah asal bukan durian.

Saya mau pergi asal kamu juga mau pergi.

Mia akan pulang asal hujan reda.

Rahmi minum susu asal rasa cokelat.

Adik mau belajar asal diberi kue.

Catra bisa bermain bola asal sepatunya ditemukan.

Kecuali                                    unless

Saya tidak mau pergi, kecuali kamu juga mau pergi.

Mia tidak akan pulang, kecuali hujan reda.

Rahmi tidak minum susu, kecuali rasa cokelat.

Adik tidak mau belajar, kecuali diberi kue.

Catra tidak bisa bermain bola, kecuali sepatunya ditemukan.

Aku tidak mau makan apa pun, kecuali keju.

Temanku suka semua buah, kecuali durian.

Kami membeli semua buku, kecuali buku cerita.

Dia bertemu semua muridnya, kecuali aku.

Mereka datang ke sini setiap hari, kecuali hari Rabu.

Sambil (= seraya, sembari)              while

Kami menonton televisi sambil makan cokelat.

Kakak belajar sambil mendengar musik.

Ridwan menunggu Meta sambil menyiram bunga.

Silvy menjaga adiknya sambil membaca buku.

Icha sedang mandi sambil bernyanyi.

Ketika (= bilamana, saat, tatkala, waktu)

Adik sudah tidur ketika Ibu sampai di rumah.

Rani menelepon Desta ketika aku sedang belajar.

Pipit menjahit baju ketika Erni sedang tidur.

Kakak-kakakku bermain bola ketika aku sedang memasak sayur.

Sementara

Paman memasak sayur, sementara Bibi mencuci baju.

Gina membeli pulepn, sementara Dewi melihat majalah.

Mereka membuat PR, sementara kami membersihkan rumah.

Aku dan adikku bermain bola, sementara Ibu memasak.

Rani membaca buku-buku ini, sementara Popi menulis surat.

Sementara itu                         in the same time

Paman memasak sayur. Sementara itu, Bibi mencuci baju.

Gina membeli pulpen. Sementara itu, Dewi melihat majalah.

Mereka membuat PR. Sementara itu, kami membersihkan rumah.

Aku dan adikku bermain bola. Sementara itu, Ibu memasak.

Rani membaca buku-buku ini. Sementara itu, Popi menulis surat.

Agar (= supaya)                     in order to

Saya rajin belajar agar pintar.

Dia tersenyum agar Ibu senang.

Kami makan banyak agar kami tidak cepat lapar.

Saya minum obat agar kepala saya tidak pusing.

Ia tidur sebentar agar badannya segar.

Sehingga                                 so that

Dia rajin belajar, sehingga dia pintar.

Adik tersenyum, sehingga Ibu senang.

Kakak sedang sakit, sehingga tidak masuk sekolah.

Tami terlambat masuk kelas, sehingga dosen marah.

Laila rajin belajar, sehingga nilai-nilainya bagus.

Ihsan selalu tersenyum, sehingga semua orang menyukainya.

Buku-buku Andi sangat banyak, sehingga kamarnya penuh.

Sampai-sampai

Dia sangat suka kucing sampai-sampai punya 12 ekor kucing.

Chira sering menonton televisi sampai-sampai selalu mengantuk di kelas.

Bayu punya banyak baju sampai-sampai lemarinya penuh.

Yuyun takut pada anjingku sampai-sampai tidak berani lewat di depan rumahku.

Ia tidak pernah menyanyi lagi sampai-sampai kita lupa suaranya.

Sebenarnya                                      actually

Aku minum kopi. Sebenarnya, aku lebih suka teh.

Dia meminjam kamus kamu. Sebenarnya, dia juga punya kamus.

Jangan pegang anjing itu. Sebenarnya, dia sedang sakit.

Cika tidak masuk sekolah. Sebenarnya, ia sedang pergi ke Bandung.

Ternyata                                 in fact

Liana pandai menari. Ternyata, dia pernah belajar menari di Rusia.

Wawan takut pada anjing. Ternyata, dia pernah digigit anjing.

Mereka tidak membuat PR. Ternyata, tadi malam mereka berjalan-jalan.

Era tahu banyak hal. Ternyata, ia rajin membaca koran.

Dia punya kamera baru. Ternyata, kamera itu hadiah dari ibunya.

Lagipula (= terlebih lagi, apalagi)

Jangan ke rumah Yoyo. Rumahnya jauh. Lagipula, hari sudah malam.

Aku tidak suka anak nakal itu. Lagipula, dia suka berbohong.

Dia menang karena suaranya bagus. Lagipula, dia cantik sekali.

Adik menangis karena mainannya hilang. Lagipula, dia lapar.

Bahwa (= kalau)                    that

Saya tahu bahwa kamu takut pada ular.

Ia mendengar bahwa kalian suka membaca puisi.

Arif lupa bahwa Dita pandai bernyanyi.

Amir ingat bahwa Novi tidak suka menari.

Dosen-dosen tidak tahu bahwa Aryo sedang sakit.

Apabila (= jika, kalau)          if/when

Ibu senang apabila adik rajin belajar.

Saya sedih apabila kucing saya sakit.

Mereka tidak bisa bermain apabila hujan turun.

Para mahasiswa bingung apabila ada banyak tugas.

Anak itu menangis apabila mainannya rusak.

Bahkan                                   even

Ia selalu datang, bahkan pada hari Minggu.

Sungai ini tidak pernah kering, bahkan pada musim panas.

Aku tidak takut binatang apa pun, bahkan ular.

Diah suka semua musim, bahkan musim panas.

Harry tetap bekerja, bahkan pada malam hari.

Read Full Post »