Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Profil Linguis’ Category

oleh Putri Eka Juliarni

E. St. Harahap, nama yang cukup asing bagi masyarakat awam. Sebenarnya, sosok ini cukup berjasa bagi dunia perbahasaan di Indonesia. E. St Harahap memiliki nama panjang Elisa Sutan Harahap. Tidak banyak riwayat tentang dirinya yang dipublikasikan. Diperlukan berbagai sumber referensi untuk mengetahui sejarah hidupnya.

Salah satu perihal tentang dirinya yang didapatkan adalah mengenai keaktivannya di bidang keagamaan. Pada tahun 1919 Elisa Sutan Harahap yang lebih dikenal Sutan Harahap ditujuk menjadi ketua guru di Bijbel School, Pasar Baru. Saat itu ia bertugas memimpin 50 orang jemaat yang berasal dari Batak yang menetap di Batavia[1]. Sumber lain juga menyebutkan, Sutan Harahap pernah menjadi guru di sekolah seminari di Depok. Selebihnya saya tidak mengetahui, apakah kedua informasi tersebut merujuk hal yang sama atau tidak. Informasi mengenai latar belakang kehidupan pribadi dan pendidikan Sutan Harahap tidak berhasil didapatkan.

Mengenai sumbangsih Sutan Harahap dalam bidang bahasa cukup banyak dan dapat dikatakan mempelopori. Pada tahun 1914 bersama dengan D. Iken, Sutan Harahap membuat sejenis glosari yang diberi judul Kitab Arti Logat Melajoe jilid pertama. Jilid kedua terbit pada tahun 1917. Kemudian kedua jilid tersebut kembali diterbitkan pada tahun 1923[2].

Pada perkembangannya, saat Jepang masuk ke Nusantara, Jepang ingin menghapuskan pengaruh Belanda di Nusantara. Pada tahun 1942, Sutan Harahap yang saat itu berprofesi menjadi wartawan surat harian[3] dan telah membuat Kitab Arti Logat Melayu didesak pihak Jepang untuk membuat sebuah kamus. Dalam kurun waktu 70 hari, Sutan Harahap berhasil menyusun sebuah kamus yang merupakan revisi dari Kitab Arti Logat Melajoe, nama kamus itu adalah Kamus Indonēsia Ketjik.

Kitab Arti Logat Melajoe dicetak sebanyak enam kali. Dengan penambahan beberapa entri atau lema, serta desakan Jepang, Sutan Harahap menerbitkannya kembali dengan nama Kamus Indonēsia Ketjik. Jadi sebenarnya, Kamus Indonēsia Ketjik adalah edisi kedua dari Kitab Arti Logat Melajoe. Banyak kalangan yang menyayangkan karena Sutan Harahap masih memasukkan kosakata asing di dalam kamusnya itu. Dengan kata lain, Kamus Indonēsia Ketjik adalah cetakan ketujuh edisi kedua kamus buatan Sutan Harahap.[4]

Pada tahun 1940-an, Sutan Harahap kembali menulis beberapa buku, antara lain; Sedjarah Bahasa Indonésia, Ilmoe Bahasa Indonésia, Ilmoe Saraf Indonésia[5]. Dari buku Sedjarah Bahasa Indonésia terdapat sebuah kutipan yang sangat terkenal dan sering dipakai para pembuat kamus di masa kini, yaitu; “Bahasa ialah ikatan bangsa, Bangsa dikenal dari bahasa, Bahasa menghiasi bangsa, Bangsa dimahkotai oléh bahasa[6]”. Buku Ilmoe Saraf Indonésia merupakan buku tatabahasa yang berhasil disusun olehnya. Akan tetapi, tatabahasa yang disusun olehnya tidak teratur. Mungkin faktor ketidakteraturannya tersebutlah yang membuat Harimurti Kridalaksana[7] dan A. Teeuw tidak membahasnya dalam tulisan mereka[8].

Selain menulis tentang buku-buku bahasa, Sutan Harahap juga pemerhati sosial. Tulisannya yang lain, yaitu Perihal Bangsa Batak (1960), dan Diktat hukum, hutang dan hak perjanjian (1960).[9]

Dari sedikit data yang didapatkan, dapat diketahui bahwa Sutan Harahap bersuku Batak dan penganut agama yang taat. Dia seorang bahasawan yang mampu membuat kamus dan membuat pengklasifikasian bahasa melalui buku Ilmoe Saraf Indonésia.

Sumber:

Maman S Mahayana. Hasil dialog singkat. Senin, 4 Mei 2009

HKBP. “Sejarah Distrik VIII Jawa Kalimantan”. Arcieve. http://www.hkbpdistrik8.org/index.php?options=com_content&view&id=1&ltemid=2. (02 Mei 2009)

Kusni, Budhisatwati J. “Jawanisasi Feodalistik Sebagai Politik Kebudayaan“. Arcieve. http://www.apakabar.ws/forums/viewtopic.php?f=1&t=4552&start=0&sid=5b105e7df8f732a4dc5cdac3793b9fdf. (28 April 2009).

National Library of Australia. ________________. Index. http://nla.gov.au/nla.cat-vn757871 (02 Mei 2009)

Mahayana, Maman S. “Perkembangan Bahasa Indonesia—Melayu di Indonesia dalam Konteks Sistem Pendidikan”. Article. http://melayuoline.com/article/ (02 Mei 2009)

Dien S Rovita. Perkuliahan Sejarah Studi Bahasa Indonesia. Kamis, 30 April 2009

Rahimasyik. “Sialnya Menyosialkan”. Hipertext. http://id.shvoong.com/humanities/1704836-sialnya-menyosialkan/. (02 Mei 2009).


[1] http://www.hkbpdistrik8.org/index.php?options=com_content&view&id=1&ltemid=2

[2] Maman S Mahayana. Melayu Online

[3] MaMan S Mahayana. Senin, 4 Mei 2009

[4] http://id.shvoong.com/humanities/1704836-sialnya-menyosialkan/

[5] Budhisatwati J. Kusni

[6] E.St. Harahap, Sedjarah Bahasa Indonésia, tanpa nama penerbit, 1947.

[7] Dien Rovita. Kamis, 30 April 2009.

[8] Maman S Mahayana. Melayu Online

[9] http://nla.gov.au/nla.cat-vn757871

Iklan

Read Full Post »